Bekasi TV NEWS
SYARIAH

Lima Anjuran Ibnu al-Qayyim Saat Terjadi Wabah Mematikan

PANDEMI virus corona (COVID-19) telah menyebabkan puluhan ribu orang meninggal dunia. Akibatnya, banyak negara yang memberlakukan aturan ketat soal keluar-masuk orang asing ke wilayahnya. Tidak hanya itu, aturan menjaga jarak fisik juga diberlakukan sehingga kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat dilarang.

Ulama besar ahlusunnah wal jama’ah, Ibnu al-Qayyim jauh-jauh hari juga telah memberikan imbauan tatkala terdapat wabah atau pandemi dalam suatu wilayah. Setidaknya ada lima langkah yang dianjurkan oleh Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya seperti dilansir dari laman jatman, Sabtu (25/4/2020).

Isolasi

Yaitu menghindari dan menjauhi apapun yang bisa membuat anda terinfeksi virus tersebut. Perintah ini sejalan dengan imbaun yang telah dikeluarkan pemerintah maupun World Health Organization (WHO) untuk menghindari kerumunan atau berkumpulnya banyak orang.

Jaga kesehatan

Yaitu jaga kesehatan dengan baik sebagai modal hidup di dunia maupun diakhirat. Kita diperintahkan untuk selalu menjaga kesehatan dengan rajin mencuci tangan, makan makanan bergizi, minum air putih secara teratur, berolahraga, dan minum vitamin yang bisa menguatkan imunitas dalam tubuh.

Selalu menggunakan masker

Yaitu jangan menghirup udara yang sudah tercemar dan membawa kuman penyakit tersebut. Kita dianjurkan untuk menghirup udara yang masih segar dan sejuk serta dianjurkan untuk selalu memakai masker sesuai dengan aturan pemerintah.

Physical Distancing

Yaitu jangan mendekat atau berdekatan dengan orang yang sudah terkena penyakit tersebut. Pemerintah maupun World Health Organization (WHO) juga telah mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak dengan orang lain, setidaknya berjarak minimal satu meter dengan orang lain. Hal ini dilakukan agar kita tidak tertular maupun menularkan virus kepada orang lain.

Optimis

Yaitu buang pikiran dan perasaan buruk. Jangan terpengaruh oleh ramalan, fantasi dan sebagainya. Kita dilarang untuk panik apalagi takut terhadap virus ini. Pentingnya psikologis maupun perasaan sangat mempengaruhi imunitas dalam tubuh.

Jika kita selalu memiliki perasaan baik, maka insya Allah kita akan dihindarkan dari virus ini. Dan juga usahakan menghindari membaca postingan-postingan di media sosial yang bisa menimbulkan rasa takut dalam diri. Bacalah postingan yang justru membuat kita adem dan semangat untuk melawan virus ini.

Selain melakukan usaha dzahir, kita sebagai seorang muslim juga dianjurkan untuk melakukan usaha batin dengan memperbanyak do’a, dzikir, ibadah dan lain sebagainya agar selalu dekat dengan Allah.

Gabungkan usaha aktif dengan iman dan tawakkal kepada Allah, tidak fatalistik dan tidak pula angkuh. Sebab adanya musibah ini tidak lain adalah untuk mengingatkan dan menyadarkan kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Barangkali selama ini kita sering melupakan Allah dengan menyibukkan pada hal-hal duniawi. Saat inilah kita diingatkan oleh Allah untuk mengingat-Nya dengan memperbanyak berdo’a dan beribadah kepada-Nya.

Tatkala usaha dzahir dan batin sudah kita laksanakan semaksimal mungkin. Saat ini kita hanya memasrahkan semuanya kepada Allah. Setiap musibah pasti memiliki hikmah besar di baliknya. Teruslah berdo’a dan jaga kesehatan.

(fmi)

sumber: VIVA