Bekasi TV NEWS
Bekasi 24

Wali Kota Bekasi Keluarkan Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441H

Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi Mengeluarkan Surat Edaran Surat Edaran Nomor : 451.13 / 2741 / Setda. Kessos Tentang Panduan Ibadah Ramadhan Dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah Pandemi Wabah Covid-19 .

Surat Edaran tersebut dikeluarkan juga merujuk pada Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 06 Tahun 2020 Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di tengah Pandemi Wabah Covid-19.

Selain itu surat edaran mengacu pada Maklumat Ramadhan 1441 H Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi.

Nomor : 015/Mui-Bks/Iv/2020 Tanggal 20 April 2020, tentang Panduan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1441 H Di Kota Bekasi Selama Pandemi Covid-19 (Zona Merah).

Surat Edaran Ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam, sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi aparatur serta masyarakat muslim di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi, Sajekti Rubiah mengatakan,  panduan ini utk pelaksanaan ibadah di tengah wabah Covid 19 ini.

Panduan Pelaksanaan

Ada 15 poin penjelasan atau panduan pelaksanaan ibadah yang  ditujukan kepada masyarakat Kota Bekasi.

Berikut 15 Panduan Pelaksanaan Ibadah Dalam Surat Edaran Tersebut ;

1. Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan baik berdasarkan ketentuan yang berlaku menurut syariat Islam.

2. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti tidak perlu sahur on the road atau ifthar jama’i (buka puasa bersama)

3. Shalat Tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah;

4. Tilawah atau tadarus Al-Qur’an dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah Saw untuk menyinari rumah dengan membaca Al-Qur’an;

5. Buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, Masjid maupun Mushalla ditiadakan;

6. Peringatan Nuzulul Qur’an dalam bentuk tabligh dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, Masjid maupun Mushalla di tiadakan;

7. Tidak melakukan I’tikaf di 10 (Sepuluh) malam terakhir bulan Ramadhan di Masjid maupun Mushalla;

8. Pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang biasanya dilaksanakan secara berjamaah, baik di Masjid atau di lapangan di tiadakan, menunggu diterbitkannya Fatwa MUI menjelang waktunya;

9. Tidak melakukan kegiatan sebagai berikut: