Bekasi TV NEWS
Bekasi 24

Buruh Terpapar Virus Corona, 2 Pabrik di Kabupaten Bekasi Ditutup

Kawasan Industri, MM2100 di Cibitung, tengah jadi sorotan investor. (foto: Kompas.com)

Dua pabrik yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terpaksa harus ditutup guna mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Penrutupan dilakukan setelah didapati buruhnya terpapar virus corona.

Demikian kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Minggu (3/5/2020).

Alamsyah mengatakan, pabrik pertama yang terpaksa ditutup adalah PT Denso Indonesia yang berada di Kawasan Industri MM2100 Kecamatan Cikarang Barat.

Diketahui ketua serikat pekerja di perusahaan tersebut meninggal dunia akibat terpapar virus corona pada dua pekan yang lalu.

“Secara otomatis tutup operasional selama 14 hari ke depan, karyawan sementara dirumahkan,” katanya.

Dilansir dari Antara, pabrik kedua yang terpaksa ditutup adalah sebuah perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka Kecamatan Cikarang Utara menyusul tiga buruhnya dinyatakan positif corona berdasarkan rapid test.

Alamsyah menjelaskan pabrik itu secara otomatis ditutup sementara sampai menunggu hasil tes PCR ketiga buruhnya di Laboratorium Kesehatan Daerah yang terletak di Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara.

“Senin besok mereka akan menjalani tes PCR. Hasil tes untuk menentukan langkah berikutnya,” kata dia.

Dia juga mengatakan penutupan sementara kedua pabrik ini bertujuan untuk mensterilkan kawasan tempat para buruh bekerja demi menghindari penularan virus corona.

Dilansir dari laman pikokabsi.bekasikab.go.id tercatat hingga Minggu (3/5) pukul 08.00 WIB jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi mencapai 88 orang dengan rincian 41 orang sembuh, 10 orang meninggal dunia, 12 dirawat di rumah sakit, dan 25 orang melakukan isolasi mandiri.

Dari laman yang sama, diketahui Orang Dalam Pemantauan (ODP) terseisa 496, sementara 2.275 lainnya telah selesai dipantau. Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tinggal berjumlah 118 orang karena 673 orang lainnya telah dinyatakan selesai pengawasan.

Terakhir Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 500 kasus dengan 307 orang selesai dipantau dan 193 sisanya masih dalam pemantauan.