Bekasi TV NEWS
FTV

Analisis: Corona Pintu Masuk ke Perang Dunia Ketiga?

Analisis: Corona Pintu Masuk ke Perang Dunia Ketiga? Bagian 1

Perang ekonomi antara Amerika Serikat (AS) dan China terjadi sejak 2003, sejak George W. Bush bersaing dengan Al Gore di pemilihan presiden AS.

Menariknya, masuknya china ke WTO pada 1997 adalah atas rekomendasi AS. Tapi lanjut di awal abad ini kita melihat USD diganti dengan Yuan Renmimbi dan emas oleh China. Hingga akhirnya, China dipukul dengan Black Monday pada 24 Agustus 2015. Meskipun, China tetap menunjukkan daya tahannya.

Sementara, media barat terus mengampanyekan China berada di ambang krisis. Financial Times pada 27 Mei 2019 pernah menurunkan suatu tulisan, bahwa tujuan China pada 2049 akan menjadi global superpower dalam peringatan 100 tahun RRC, tidak akan tercapai.

Faktanya, China menang di perang ICT lewat menguasai 5G lebih dulu melalui Huawei. China juga terus meminimalkan peran Bank Dunia dan ASEAN Development Bank dengan menggantinya dengan New Development Bank dan ASEAN Infrastructure Investment Bank. Perang uang digitial (digital currency) termasuk perang penggunaan Electric Vehicle.

Bagi Barat, pendaratan angkasa luar China di bulan dalam posisi terjauh dan juga India, disergapnya drone AS oleh China di Laut Cina Selatan, yang sedang melakukan kegiatan intelegen tanpa awak, dan kuatnya kepercayaan diri China karena ketergantungan Barat pada mineral rare earth (bahan penting untuk industri teknologi, militer, dan lainnya), sebenarnya menunjukkan China mempunyai kekuatan perlawanan atas tekanan Presiden AS ke 45 Donald Trump. Hampir 80 persen kebutuhan mineral rare earth AS didatangkan dari China.

Sumber: channel #MySharingTV.