Bekasi TV NEWS
Bekasi 24

Begini Sanksi PSBB III Kota Bekasi

walikota bekasi
Walikota Bekasi Rahmat Effendi. (istimewa)

Pemerintah kota Bekasi resmi memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid ketiga mulai 13 – 26 Mei 2020.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi menyampaikan PSBB I tidak efektif dan banyak sekali pelanggaran.  Banyak ditemukan pelanggaran terjadi pada 32 titik di perbatasan kota Bekasi.

“Pada PSBB II, mulai berjalan secara efektif dan ini berkat koordinasi untuk turun mulai di tingkat wilayah hingga ke tingkat RW dan RT,” kata walikota.

Pada PSBB III ini, Walikota mengatakan adanya sanksi administratif yang berlaku bagi warga yang melanggar aturan PSBB.

“Payung hukum perihal sanksi itu berdasarkan Perwal Kota Bekasi Nomor 29 Tahun 2020 yang terbit hari ini,” lanjutnya, Rabu (13/5/2020).

“Sanksi dimulai dari teguran lisan, sanksi sosial, dan denda dengan nilai hingga puluhan juta, sampai penyegelan tempat usaha,” kata Rahmat.

“Kita perketat lagi usaha pemutusan mata rantai di PSBB Tahap III, dengan tambahan personel dari Polres, Kodim dan Pemerintah Kota Bekasi, dan akan ada sanksi bagi pelanggar,” ujar Rahmat.

Sanksi Pelanggaran PSBB III Kota Bekasi

Berikut pelanggaran yang akan dikenakan sanksinya:

  1. Warga tidak pakai masker saat keluar rumah
    – teguran lisan atau tertulis
    – wajib membersihkan fasilitas umum
    – denda maksimal Rp250 ribu
  2. Institusi pendidikan menggelar kegiatan belajar
    – teguran tertulis
  3. Menggelar aktivitas kerja pada bidang usaha yang dilarang beroperasi saat PSBB
    – penyegelan tempat kerja
    – denda maksimal Rp10 juta
  4. Bidang usaha yang diperbolehkan beroperasi tidak menjalankan protokol kesehatan
    – teguran tertulis
    – denda maksimal Rp50 juta
  5. Tempat makan yang melayani makan di tempat dan atau tidak menerapkan protokol kesehatan
    – penyegelan tempat makan
    – denda maksimal Rp10 juta
  6. Hotel yang membiarkan kegiatan berkerumun, tidak menutup fasilitas yang menciptakan kerumunan, dan tidak menerapkan protokol kesehatan
    – penyegelan hotel
    – denda maksimal Rp50 juta
  7. Tempat hiburan dan kepariwisataan yang masih beroperasi atau tidak menerapkan protokol kesehatan
    – penyegelan tempat hiburan
    – denda maksimal Rp50 juta
  8. Usaha konstruksi tidak membatasi jumlah pekerja atau tidak menerapkan protokol kesehatan
    – teguran tertulis
    – denda maksimal Rp50 juta
    – penyegelan kegiatan konstruksi (jika masih melanggar)
  9. Rumah ibadah yang menyelenggarakan kegiatan keagamaan
    – teguran tertulis
  10. Melakukan kegiatan di tempat umum dengan jumlah peserta lebih dari lima orang
    – teguran lisan dan teguran tertulis
    – wajib membersihkan fasilitas umum
    – denda maksimal Rp250 ribu
  11. Menggelar kegiatan sosial dan budaya di tempat umum
    – kerja sosial
    – denda maksimal Rp10 juta
  12. Pusat perbelanjaan yang melanggar pembatasan jam operasional
    – teguran tertulis
    – penyegelan tempat usaha (apabila masih melanggar)
  13. Jumlah penumpang mobil pribadi melebihi 50 persen kapasitas mobil
    – denda maksimal Rp1 juta
    – wajib membersihkan fasilitas umum
    – mobil ditahan di kantor kelurahan atau kantor kecamatan selama 1 x 24 jam
  14. Pemotor yang membonceng penumpang tidak satu KTP atau tidak mengunakan masker
    – denda hingga Rp250 ribu
    – wajib membersihkan fasilitas umum
    – kendaraan ditahan 1 x 24 jam
  15. Ojol yang melanggar ketentuan membawa penumpang
    – denda maksimal Rp150 ribu
    – wajib membersihkan fasilitas umum
    – kendaraan ditahan 1 x 24 jam
  16. Angkutan barang dan angkutan umum yang membawa kapasitas di atas 50 persen, tidak menggunakan masker dalam kendaraan, dan atau tidak mengindahkan jam operasional
    – denda maksimal Rp500 ribu
    – wajib membersihkan fasilitas dan sarana umum
    – kendaraan ditahan