Bekasi TV NEWS
SYARIAH

Delapan Golongan Yang Berhak Menerima Zakat

zakat
Golongan orang yang berhak menerima zakat

Zakat merupakan rukun Islam yang ke empat. Setiap umat Islam wajib mengeluarkan zakat agar dapat mensucikan hartanya. Di setiap harta yang dimiliki, ada hak golongan penerima zakat atau disebut mustahik. Siapa saja yang termasuk menerima zakat?

Golongan yang berhak menerima zakat (mustahiq) ada delapan golongan sebagaimana telah ditegaskan dalam Al Qur’an Al Karim pada ayat berikut.

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ

وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mu’allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. At Taubah: 60).

Ini menunjukkan bahwa zakat hanya diberikan untuk delapan golongan tersebut, tidak untuk yang lainnya.

Delapan Golongan Mustahiq

Fakir

Orang melarat yang amat sengsara hidupnya, atau disebut juga fakir, merupakan salah satu golongan yang berhak menerima. Mereka yang tergolong sebagai fakir tidak memiliki harta dan tenaga untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Zakat yang disalurkan kepada golongan ini dapat bersifat konsumtif, yakni kebutuhan sehari-hari, maupun produktif, yakni memberikan modal untuk usaha.

Miskin

Sedikit berbeda dengan fakir, orang yang masuk ke dalam golongan miskin adalah mereka yang memiliki harta dan hasil usaha, tetapi masih tidak sanggup untuk menanggung kebutuhannya. Apabila kebutuhan sehari-hari seseorang Rp10.000,00, sedangkan penghasilannya hanya Rp7.000,00, maka orang tersebut berhak menerima. Hal ini dimaksudkan sekadar untuk menutupi kebutuhan dan kekurangannya.

Riqab

Riqab merupakan hamba sahaya atau budak yang telah dijanjikan oleh tuannya. Seseorang dapat membantu budak dengan cara menggunakan zakatnya untuk membeli budak tersebut kemudian membebaskannya.

Gharim

Secara bahasa, Gharim atau Gharimin diartikan sebagai orang yang terlilit hutang. Salah satu golongan penerima zakat ini dikategorikan sebagai golongan yang wajib kita berikan. Terbagi menjadi dua jenis golongan gharim, yaitu:

  1. Ghârim limaslahati nafsihi (Terlilit hutang demi kemaslahatan atau kebutuhan dirinya)
  2. Ghârim li ishlâhi dzatil bain (Terlilit hutang karena mendamaikan manusia, qabilah atau suku.

Mualaf

Mualaf, atau orang-orang yang dianggap masih lemah imannya karena baru masuk Islam juga berhak diberi zakat agar bertambah kesungguhannya dalam memeluk Islam. Diberikan kepada golongan mualaf memiliki peran sosial. Diharapkan pemberian tersebut dapat menjadi alat untuk mempererat persaudaraan sesama muslim.

Fisabilillah

Golongan ini adalah mereka yang memiliki kegiatan utama berjuang di jalan Allah dalam menegakkan agama Islam. Di masa ini, para fisabilillah dapat berupa organisasi dakwah, proyek pembangunan masjid, maupun mereka yang melakukan syiar Islam di daerah terpencil. Intinya, yang termasuk dalam golongan fisabilillah adalah mereka yang melindungi dan memelihara agama Islam, seperti relawan perang yang tidak memiliki gaji dan mereka yang melakukan jihad dan dakwah.

Ibnu Sabil

Seseorang yang berada dalam perjalanan dan kehabisan bekal itu merupakan arti dari ibnu sabil. Golongan penerima ini diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak dapat meneruskan perjalanannya terlepas dari golongan mampu atau pun sebaliknya.

Amil Zakat

Orang yang telah dipilih imam untuk mengumpulkan dan membagikan zakat juga merupakan salah satu dari 8 golongan penerima. Amil zakat harus memenuhi syarat tertentu, seperti muslim, akil dan balig, merdeka, bijaksana, mendengar, melihat, laki-laki, dan mengerti tentang hukum Islam. Zakat yang mereka terima merupakan imbalan atas pekerjaan yang telah dilakukannya.

Redaksi.