Bekasi TV NEWS
Bekasi 24

Pakar UGM Tidak Sarankan Anies Longgarkan PSBB

PSBB
foto Ilustrasi. Pakar UGM tidak menyarankan Anies longgarkan PSBB DKI Jakarata.(foto: Media Indonesia)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana makin memperketat PSBB menjelang hari raya Idul Fitri mendatang.

Keputusan Anies ini mendapat tanggapan dari pakar UGM, seperti dilansir dari Detikcom, Minggu, (17/05). Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat UGM tidak menyarankan keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang berencana melonggarkan PSBB. Jika penularan virus Corona di DKI Jakarta di bawah 1 persen. Alasannya lantaran belum ada vaksin yang ditemukan sampai sekarang.

“Itu (yang dimaksud Anies) angka reproduksi kasus ya, bukan jumlah kasus, tapi itu angka reproduksi penyakitnya, begini angka reproduksi itu jumlah kasus baru yang ditularkan oleh kasus yang infectious, kalau angka reproduksi lebih besar dari 1 maka kasus akan bertambah, kalau angka reproduksi kurang dari 1 maka angka akan menurun,” kata Pakar Epidemiologi UGM, Riris Andono Ahmad saat dihubungi, Sabtu (16/5/2020).

Riris menyebut penerapan PSBB lah yang bisa menurunkan angka reproduksi penyakit tersebut. Meski demikian, Riris tidak menyarankan PSBB kemudian dilonggarkan ketika kasus sudah menurun.

“Problemnya adalah ketika ternyata sebagian besar populasi masih belum punya kekebalan, ini menurunnya karena orang-orang dijauhkan tapi ketika masih ada kasus lalu orang-orang itu yang tadinya dijauhkan terus tidak dijauhkan maka ketika tidak punya kekebalan maka akan ada kemungkinan naik lagi, Jadi selesai PSBB itu tidak kemudian normal tapi harus ada social distancing,” paparnya.