Bekasi TV NEWS
Bekasi 24

Menag Larang Sholat Id 1441 H, Begini Alasan BIN

sholat Idul fitri
Ilustrasi kegiatan sholat idul fitri (Foto: Tribunbali)

Terkait Idul Fitri 1441 H, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyampaikan prediksi Badan Intelijen Negara (BIN) soal lonjakan penularan virus Corona (COVID-19). Lonjakan penularan diprediksi terjadi jika ada konsentrasi massa saat  sholat Idul Fitri.

“BIN memberikan prediksi, kalau kita masih melakukan sholat Id di luar, maka akan terjadi pelonjakan angka penularan COVID-19 yang signifikan,” kata Fachrul dalam konferensi video seusai rapat terbatas, Selasa (19/5/2020).

Konsentrasi massa yang dimaksud adalah pelaksanaan sholat Idul Fitri secara berjemaah di luar rumah seperti di lapangan. Untuk itu, Fachrul meminta masyarakat menggelar di rumah masing-masing bersama keluarga.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan, hasil rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi memutuskan agar masyarakat tidak melakukan sholat Idul Fitri di masjid ataupun lapangan seperti kegiatan tahun sebelumnya. Aturan itu, kata Mahfud, juga tertuang dalam Peraturan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Pertama di tengah masyarakat ini sekarang timbul diskusi, apakah sholat Id boleh dilakukan di masjid atau lapangan. Maka tadi kesimpulannya bahwa kegiatan keagamaan sifatnya masif, seperti salat berjamaah, atau di lapangan termasuk kegiatan yang dilarang oleh Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang PSBB,” kata Mahfud.

“Juga dilarang oleh berbagai Peraturan UU yang lain, misalnya UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kewilayahan. Kegiatan keagamaan yang masif, yang hadirkan kumpulan orang banyak.  Rermasuk yang dilarang dan  dibatasi oleh peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Mahfud pun meminta masyarakat mematuhi aturan tersebut dengan tidak menggelar salat Idul Fitri. Utamanya secara berjamaah di masjid dan lapangan seperti kebiasaan di tahun sebelumnya. Mahfud menekankan pemerintah melakukan ini semata-mata untuk memutus penyebaran Corona.

“Bukan karena sholat itu sendiri, tapi karena itu bagian upaya menghindari bencana COVID-19 yang termasuk bencana non alam nasional yang berlaku sesuai keputusan pemerintah,” imbuhnya.

(zap/dhn)

sumber: detikcom