Bekasi TV NEWS
Bekasi 24

Tanaman Pangan Di Pekarangan Rumah, Alternatif Usaha UMKM Tangsel.

Tanaman Pekarangan
Menanam di pekarangan rumah jadi alternatif usaha.

Kontribusi UMKM sebagai katup pengaman lapangan kerja demikian tinggi perannya. Sampai saat ini perannya telah menciptakan perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja. Nasib masyarakat berpendapatan rendah dalam menjalankan kegiatan ekonomi produktif, dan pembentuk Produksi Domestik Bruto (PDB) sangat besar kontribusinya.

Data tahun 2019 menyebutkan, UMKM memiliki kontribusi penting terhadap PDB. Sumbangannya mencapai 60 persen PDB dan berkontribusi 14 persen pada total ekspor nasional.

Pendiri sekaligus Chairman Etnikom, Biem Benjamin mengatakan, sulit memastikan sampai berapa kuat UMKM bisa bertahan di tengah pendemi virus Covid-19 ini.

“Sementara tanda-tanda wabah ini belum jelas berakhir, sedangkan daya beli masyarakat juga juga menurun,” katan Biem Benjamin kepada kotatangselcom, Rabu (20/05).

“Sedangkan dari aspek permodalan, pelaku usaha kecil ini juga kesulitan uang tunai akibat untuk menutup kebutuhan pribadi,” ujar Biem.

Sebelumnya melansir dari Wartaekomi, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut sebanyak 1.785 koperasi yang tersebar di seluruh tanah air. Selain itu ada sekitar 163.713 UMKM juga mengalami hal serupa.

“COVID-19 telah memukul keras koperasi dan UKM bahkan pada kesempatan paling pertama,” ujar Teten, Jumat (8/5).

Di sisi lain, ia menambahkan, kebijakan physical distancing memang mau tidak mau sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi koperasi dan UKM.

Tercatat untuk koperasi konsumen merupakan segmen koperasi yang terdampak paling parah atau sekitar 45 persen dari total sejumlah 781 unit. Layanan koperasi sebanyak 158 unit (8 persen), dan produsen koperasi terdampak 152 unit (7 persen).

“Masalah yang dilaporkan adalah kurangnya modal, penurunan penjualan, dan distribusi terhambat,” katanya.

Sementara itu, untuk sektor UMKM terbesar yang terkena dampak COVID-19, adalah mereka yang bergerak di bidang makanan dan minuman, industri kreatif, dan pertanian. Untuk itu, pihaknya berupaya memberikan perlindungan dan pemulihan usaha bagi koperasi dan UMKM dengan memberikan bantuan dan stimulus kebijakan.

“UMKM dengan kategori miskin dan rentan sebagai penerima bantuan sosial. Insentif pajak untuk UMKM dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun,” katanya.

Usaha Pangan Di Pekarangan Rumah

Biem menyebut bahwa saat ini UMKM Tangsel  harus putar otak agar bisa bertahan, mencari sektor yang berkaitan dengan Pangan.

“Menurut riset LPPM UI,  usaha yang berpotensi dalam masa sekarang adalah sektor pangan, yang memproduksi produk-produk herbal, natural, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Apalagi yang baik untuk kesehatan dan daya tahan tubuh. Selain itu, usaha yang menyediakan makan praktis, mudah diolah, dan dapat disimpan lama,” kata Biem.

“Akan bagus bila pelaku usaha kecil bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam sayur-sayuran,” imbuh Biem.

“Seperti di Kota Tangerang Selatan ini, kondisi lahan yang semakin sempit dan terbatas akan lebih cocok bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangannya,” katanya.

Apalagi, menurutnya, survei Nielsen menyebut 48% sekarang menjadi lebih sering memasak di rumah. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk beralih menanam kebutuhan pangan, seperti sayuran hidroponik dan bisa langsung dijual ke lingkungan sekitar.

“Saat ini, pelaku UMKM Tangsel mengharuskan diri untuk putar otak mencari terobosan peluang usaha di tengah kondisi daya beli yang rendah,” pungkas Biem.