Bekasi TV NEWS
Bekasi 24

Gawat, “Bubar” PSBB Di Mustika Jaya, Kota Bekasi

Mustika Jaya
Dua hari terakhir Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1441H sepertinya PSBB tidak berlaku di Mustikajaya. Terlihat dari suasana ramai tanpa mematuhi aturan

Dua hari terakhir Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1441H sepertinya PSBB tidak berlaku di Mustikajaya. Terlihat dari suasana ramai tanpa mematuhi aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) jilid III di Kota Bekasi.

Dua sisi kiri kanan jalan utama di perumahan Dukuh Zamrud, kelurahan Padurenan, kecamatan Mustikajaya, tidak lagi memberlakukan penutupan jalan. Pedagang menggelar dagangan secara bebas sejak Jumat (22/5/2020) malam.

“Sebelumnya, penutupan jalan utama tersebut telah ditutup pada pukul 20:00 sejak 10 Mei 2020,  kini tidak lagi berlaku,” kata Resmen, warga setempat.

“Ngeri saya melihat jalan seperti ini, naik sepeda motor saja sukit menembus keramaian di jalan utama mulai dari pertiga KFC sampai bundaran patung kodok,” kata Resmen.

Kepada posbekasicom, Sabtu (23/5/2020) petang, Resmen mengatakan, keramaian sudah terlihat sejak pukul 16:00. HIngga 23:00 malam makin banyak warga yang berbelanja, khususnya kebutuhan pakaian lebaran.

Lain lagi, Sugianto warga Kelurahan Cimuning yang bersebelahan dengan Dukuh Zamrud mengutarakan keramaian tersebut dapat menyebar wabah pandemi Covid-19. “Cimuning merupakan zona hijau, ini sangat rentan tertular dengan keramaian di Dukuh Zamrud,” ucapnya.

Sementara, salah seorang warga Dukuh Zamrud yang tak ingin disebutkan identitasnya menyatakan pasar tumpah di sepanjang jalan utama Dukuh Zamrud ini audah lebih 10 tahun beroperasi yang dikoordinir pihak tertentu dengan mengutip sewa pedagang yang berjualan di sepanjang jalan.

“Katanya sih ada setoran termasuk setoran ke RT dan RW yang masuk wilayah lapak pedagang itu. Untuk kejelaaannya bisa ditanyakan ke RT dan RW nya saja,” ungkapnya.

Menurutnya, seperti malam takbiran tahun tahun sebelumnya pedagang di jalan utama menggelar dagangannya sampai subuh.

“Ini perlu tindakan konkrit dari Kelurahan atau Kecamatan bahkan kami berharap Wali Kota bisa memantau malam ini. Biar pak Walikota bisa melihat langsung keramaian,” ujarnya.

“Sudah tidak ada lagi PSBB disitu, tidak ada social distancing, bahkan tidak sedikit warga maupun pedagang tidak menggunakan masker. PSBB bubar dah di Mustikajaya” pungkasnya. [SFN]

Sumber: Posbekasi