Bekasi TV NEWS
Bekasi 24

Ratusan Masjid Di Bekasi Gelar Sholat Id

Masjid
Penyemprotan disinfektan di Masjid Agung Al Barkah, Alun-alun Bekasi, (Foto: KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA)

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mencatat ada sekitar 800 masjid di wilayahnya menggelar sholat Id berjamaah pada Ahad, 24 Mei 2020. Ratusan masjid tersebut berada di zona hijau Covid-19.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pemerintah daerah menetapkan sebanyak wilayah di 41 kelurahan sebagai zona hijau. Indikatornya, di wilayah itu tidak terdapat pasien yang terpapar virus corona. Bila sebelumnya ada, tapi sudah dinyatakan sembuh.

“Kami sudah memberikan klarifikasi kepada Pemprov Jabar dengan berbagai indikatornya,” kata Tri pada Jumat, 22 Mei 2020.

Meski pemerintah mengizinkan, kata dia, jemaah sholat hingga penyelenggara wajib menjalankan protokol kesehatan. Bahkan, pemerintah telah menyebar sedikitnya 2500 masker dan hand sanitizer kepada masjid-masjid yang akan menggelar sholat id.

“Sehari sebelumnya, kami juga akan melakukan tes secara acak kepada calon jemaah,” kata dia.

Selain itu, pemerintah daerah juga menetapkan jemaah salat adalah penduduk di lingkungan sekitar masjid. Penyelenggara wajib menyeleksi secara ketat berdasarkan identitas, serta akan diawasi oleh petugas dari kelurahan setempat.

“Mudah-mudahan yang dikhawatirkan ada klaster baru tidak terjadi,” kata dia.

Ia mengatakan, jemaah sholat id diminta berangkat dari rumah dalam kondisi bersih dan sehat, serta wajib menggunakan masker. “Paling utama, setelah sholat id langsung pulang, tidak ada salaman atau halal bihalal,” katanya.

Tri menambahkan, pemerintah tetap mengizinkan pelaksanaan sholat Idul Fitri di zona hijau bukan berarti menentang larangan dari Pemerintah Pusat maupun Gubernur Jawa Barat.

Menurut Tri,ada indikator pemerintah bersama dengan unsur terkait bersepakat melonggarkan aktivitas sholat Idul Fitri. “Tentunya berdasarkan data faktual sekarang,” kata dia.

Berdasarkan data terkini, total jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Bekasi mencapai 288, 235 di antaranya dinyatakan sembuh atau sudah negatif. Kemudian yang masih dirawat sebanyak 22, sedangkan 31 meninggal dunia.

Sumber: Tempo