Bekasi TV NEWS
Bekasi 24

Anies Sebut New Normal Akan Ditentukan Pasca PSBB

Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (25/5/2020) (foto:BNPB)

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB ) Jakarta hingga 4 Juni 2020 mendatang, menjadi fase penentu masa transisi menuju kenormalan baru atau New Normal.

Demikian menurut Anies Baswedan dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Di  Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (25/5/2020).

“Perpanjangan ini adalah masa menentukan. Mengapa? Karena bila, di hari-hari ini, penularan di Jakarta menurun, angka kasus baru menurun, kemudian yang biasa digunakan oleh para ahli epidemiologi yang disebut reproduction number, angkanya sekarang di Jakarta sekitar 1, bisa turun di bawah 1, maka mulai sesudah tanggal 4, kita bisa melakukan transisi menuju normal baru,” jelas Anies.

Dalam hal ini, New Normal (kenormalan baru) dapat dilakukan pada masa transisi pasca PSBB apabila penambahan kasus bisa dikontrol.

Akan tetapi, jika ternyata penambahan kasus Covid-19 justru meningkat, maka Anies bisa jadi akan mengambil langkah untuk kembali ke awal atau memperpanjang PSBB.

“Tetapi, bila hari-hari ke depan angkanya meningkat, maka ada potensi kita harus memperpanjang,” kata Anies.

“Hal itu bisa karena kita mulai bebas, mulai bepergian, tidak disiplin menggunakan masker, tidak disiplin mencuci tangan. Seakan mengulang proses yang kita kerjakan kemarin (PSBB),  Ini yang sudah kita kerjakan di Jakarta,” kata Anies.

Anies juga mengatakan bahwa sebelum dan sesudah diberlakukan PSBB, angka pengendalian kasus Covid-19 menunjukkan kemajuan yang signifikan. Anies yakin bahwa hal itu merupakan hasil dari peran serta masyarakat yang taat aturan. Sesuai yang telah ditetapkan pemerintah sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19.

“Ini adalah kerja dari masyarakat Jakarta dan Bodetabek,” kata Anies.

Berdasarkan survei Pemprov DKI dan beberapa akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat, pembatasan yang dilakukan di wilayah Jakarta dan Bodetabek menunjukkan bahwa hampir 60 persen warga tidak bepergian.

“Kendaraan pribadi pun tinggal 45 persen, Mass Rapid Transit (MRT) penumpangnya tinggal 5 persen, bahkan kalau bis penumpangnya tinggal 10-12 persen. Artinya ada penurunan yang sangat signifikan,” terang Anies.