Bekasi TV NEWS
SYARIAH

Sistem Keuangan Riba Alami Tekanan Sampai Tahun 2025

keuangan
IMF peringatkan lembaga perbankan untuk hati-hati kelola keuntungan (foto: reuters)

Sistem riba industri keuangan global akan mengalami tekanan sampai dengan tahun 2025.

IMF dalam sebuah laporan memperingatkan akan terjadi tekanan keuntungan perbankan, seperti dilansir dari businessinsider pada Jumat, (22/5). Dalam lima tahun kedepan bank harus berjuang mempertahankan keuntungan karena coronavirus. Bank mengalami kerugian dari pinjaman akbat mempertahankan suku bunga pada posisi terendah sepanjang sejarah.

Selain itu bank akan berjuang untuk melindungi keuntungan untuk lima tahun ke depan karena coronavirus memicu kerugian pinjaman dan mempertahankan suku bunga pada posisi terendah bersejarah, Sebut lembaga keuangan internasional itu mengatakan Jumat.

Rintangan profitabilitas melanda bank sudah terjadi jauh sebelum pandemi coronavirus, tulis IMF dalam sebuah laporan.

“Tantangan pendapatan yang dihadapi bank muncul sebelum episode COVID-19 baru-baru ini dan akan meluas hingga setidaknya 2025. Kondisinya jauh melampaui efek langsung dari situasi saat ini,” kata IMF.

Sebagian besar perbankan AS melaporkan penurunan laba pada kuartal pertama, karena bagian pendapatan yang lebih besar dialihkan ke provisi kerugian pinjaman.

Sebelumnya pemerintah AS melalui Undang-undang CARES, telah menggelontorkan dana senilai $ 2 triliun. UU ini adalah berupa pinjaman darurat, sehingga perbankan AS dapat berhutang untuk antisipasi kemungkinan gagal bayar. Namun di tengah jalan muncul ancaman virus, dengan pinjaman suku bunga rendah, resiko pinjaman semakain meningkat. Hal ini berimplikasi pada keterlambatan pengembalian dana pinjaman darurat tersebut, kata IMF.

“Tekanan keuntungan yang mendasari cenderung bertahan selama jangka menengah dan panjang bahkan ketika ekonomi global mulai pulih dari guncangan saat ini,” organisasi menambahkan.