Bekasi TV NEWS
Bekasi 24

Biem Benjamin Khawatirkan Sampah Kota Tangsel Sudah Lampu Merah

Biem
Biem Bennjamin Sueb Khawatirkan produksi sampah kota tangsel

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) harus berjuang keras mengatasi persoalan sampah, kata Biem. Pasalnya Sampah kota Tangerang Selatan (Tangsel) di provinsi Banten ini bagai tak berkesudahan. Kota yang kini berkembang pesat sebagai salah satu kota megapolitan di Indonesia.

Biem Benjamin Sueb, mantan anggota DPR-RI dari fraksi Gerindra ini angkat bicara terkait persoalan sampah di kota Tangsel, Senin (1/6).

Sampah menggunung tinggi di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Cipeucang, kota Tangsel, Banten, yang longsor dan akibatnya menutup sungai Cisadane beberapa waktu lalu.

“Longsornya gunungan sampah di TPA Cipeucang ke sungai Cisadane minggu lalu, menjadi bukti kalau soal yang satu ini sudah lampu merahl,” ujar Biem.

MenurutBiem, berdasar data dari pemerintah Kota Tangerang, sekitar 1 juta ton per tahun sampah dihasilkan. Laju perkembangan perumahan, mall, perhotelan, restoran yang berkembang pesat, juga berimplikasi pada produksi limbah sampah domestiknya

“Pemerintah kota pastinya sudah menghitung kapasitas produksi limbah domestik, namun soal lokasi TPA ini masih menjadi pekerjaan rumah pemkot Tangsel ke depannya,” tegas Biem.

“Kendati demikian, sejak masa covid-19 ini produksi limbah domestik dari perhotelan, mall, perkantoran berkurang karena aktivitasnya menurun. Sementara volume limbah domestik dari rumah tangga justru meningkat, karena aktivitas masyarakat lebih banyak di rumah,” kata Biem Benjamin.

Koordinasi Dengan Pusat

“Langkah Walikota Airin Rachmi Diany berkoordinasi dengan pemerintah pusat, sangat tepat dalam mengatasi longsoran sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Cipeucang ke kali Cisadane,” ujar pria lulusan AS ini.

Biem Benjamin yang putra ketiga dari legenda seniman Betawi Benjamin Sueb ini, sangat prihatin dengan persoalan sampah. Menurut Biem,  lagu almarhum yang dipopulerkan ayahnya. Benyamin Sueb “Kompor Meleduk”, sudah mengabadikannya soal sampah ini di Jakarta. Generasi anak-anak kita akan terus mengingat bahwa generasi kita sekarang tidak peduli dengan masa depan kotanya.

“Kini kota Tangsel nyaris menghadapi persoalan sama seperti Jakarta, kemacetan, kebanjiran, sampah, menjadi soal klasik. Jika soal ini terus dibiarkan, apa yang akan kita ceritakan nanti kepada generasi anak-anak mendatang?” sesal Biem.

“Sejarah akan menulis bahwa kota Tangsel membiarkan macet, sampah, banjir, ketimpangan kaya miskin, dan kita akan berhutang soal tanggung jawab itu,” kata Biem gemas.

Reporter: Ronny

Editor: Albayan