Bekasi TV NEWS
Bekasi 24

AWPI Kota Bekasi Desak Kepolisian Tuntaskan Kasus Penganiayaan Terhadap Jurnalis Agus

AWPI Kota Bekasi
AWPI Kota Bekasi mendesak pihak kepolisian tuntaskan kasus penganiayaan terhadap Wartawam Radar Bekasi, Agus | bekasitv.com

Assosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Bekasi, Jawa Barat, mengecam aksi kekerasan terhadap seorang wartawan.

Ketua AWPI Kota Bekasi Jerry menyatakan bahwa tindakan premanisme merupakan bentuk nyata, bahwa profesi wartawan masih menjadi sasaran tindak kekerasan.

“Premanisme ini sudah melakukan tindakan di luar  nalar manusia dan harus di ungkap hingga ke akar-akarnya,” ujar Jerry, Senin (06/08).

Jerry mengatakan, wartawan memiliki hak dan kode etik dalam menuliskan pemberitaannya, dan wartawan selalu mengacu berdasar fakta-fakta yang dikumpulkannya.

Ia yakin pihak aparat kepolisian dapat secepatnya mengungkap kekerasan yang dialami oleh jurnalis tersebut.

“Insya Allah kita akan melakukan pendampingan dan kami menghimbau agar kawan-kawan yang lain pun harus saling support,” kata Jerry.

Selain itu, Ketua Tima Advokasi AWPI Kota Bekasi, Upi Yunita, SH menghimbau kawan-kawan jurnalis dari media lain untuk bergabung dan mendukung nasib jurnalis yang menjadi korban.

“Kawan-kawan dari media lain bisa bergabung untuk mendukung advokasi, sehingga polisi bisa segera mengungkap kasus ini sampai tuntas,” kata  Upi.

Teror Pemukulan

Surya Bagus (25) jurnalis Radar Bekasi, mengalami pengeroyokan sekitar pukul 23.00 WIB, pada Selasa (02/06). Korban mengaku dipepet sejumlah orang tak di kenal sepulang kerja dari kantornya.

Kemudian saat korban berada di Jl. Pengairan, sisi utara Mega Hypermall, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, korban dihajar dengan benda tumpul.

Korban yang panik berusaha menyelamatkan diri dengan memacu motornya Honda Beat miliknya,  dan korban terus dikejar pelaku. Hingga akhirnya korbang berhasil masuk ke rumah kontrakannya di Rt 03/18 Pengasinan, Rawalumbu.

Korban yang ketakutan langsung mengunci pintu rumahnya dari dalam, namun karena kondisi luka yang cukup parah pada bagian kepala membuat tak sadarkan diri.

Saat dibawa ke Rumah Sakit terdekat, dokter menemukan ada gumpalan darah di kepala belakang korban dan untuk itu harus menjalani operasi.

Korban mulai siuman pada Minggu (07/06) malam, dan menceritakannya pada kekasihnya perihal kejadian yang menimpanya. Kini kasus ini sudah ditangangi pihak kepolisian dan saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.( * )

Reporter: Ronny
Editor: Albayan