Bekasi TV NEWS
Bekasi 24

Warung Remang-Remang Nekat Buka Saat Wabah Virus Corona, Petugas Gabungan Tutup Paksa

Warung Remang-Remang
Petugas gabungan melakukan penyegelan bangunan yang difungsikan sebagai warung remang-remang di sepanjang bantaran sungai Kalimalang Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (foto: antara)

Sejumlah warung remang-remang Kali Malang tetap nekat buka pada musim virus corona, petugas gabungan  melakukan penutupan paksa.

Petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI dan Satpol PP Kecamatan Cikarang Selatan, menutup sekitar 70-an warung remang-remang.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Cikarang Selatan, Mulnadiantorio Sopiandi, Jum’at (12/06), menjelaskan bahwa sebelumnya sudah memberi peringatan. Melalui aparat setempat mereka sudah diberikan peringatan agar menutup warung dan tidak membuat keramaian.

“Sebelumnya kami sudah memperingatkan agar mereka tidak beroperasi, tetapi mereka masih nekat.  Terpaksa kami bersama anggota Polsek, Koramil dan Linmas menutup paksa warung milik mereka,” kata Sopiandi.

Warung tersebut berada di sepanjang bantaran sungai Kalimalang, tepatnya di wilayah Desa Pasirsari dan Desa Cibatu.

Selain warung remang-remang, petugas gabungan juga menutup 3 Lapo (tempat makan tradisional) serta kontrakkan yang kedapatan memfungsikannya menjadi tempat prostitusi oleh penghuninya.

“Penutupan dilakukan menyusul adanya keluhan dari masyarakat sekaligus sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona di masa pandemi ini,” tutur Sopiandi.

Untuk menghindari adanya pemilik warung yang masih membandel, pihaknya sudah menyegel bangunan serta mengintruksikan anggotanya dengan dibantu petugas Linmas di desa masing-masing untuk berpatroli.

“Beberapa pemilik warung juga sudah kita minta untuk menandatangani surat perjanjian agar mematuhi aturan pemerintah. Kita akan pantau ketat untuk pastikan tidak ada lagi warung remang-remang yang nekat beroperasi,” tandasnya.

Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sukadi mengatakan, ia masih mendapati warung remang yang  nekat beroperasi saat pemerintah daerah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pengunjung langsung dibubarkan usai di data indentitasnya,”ujarnya.

“Beberapa pemilk warung remang-remang langsung ditindak untuk menanda tangani surat perjanjian supaya mematuhi aturan pemerintah,” imbuh Sukadi

“Penutupan warung remang-remang di sertai membubarkan orang-orang yang berkumpul. Sesuai dengan surat edaran Bupati Bekasi tentang pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Bekasi,”ucap Sukadi.

[“]

Antara
editor: Albayan